How to Maximize Take-Home Coding Tests

Cara Maksimalkan Take-home Coding Test

Take-home coding test adalah sebuah metode yang bisa dilakukan oleh recruiter dalam menyeleksi kandidat mana yang memiliki teknikal skill terbaik. Metode rekrutmen ini patut untuk diperhitungkan oleh recruiter karena memiliki dampak yang cukup besar dalam proses rekrutmen yang perusahaan Anda jalankan. 

Sebabnya, dalam artikel ini kami menyajikan pembahasan secara mendalam mengenai take-home coding test; mengapa Anda memerlukan pendekatan ini dan bagaimana cara mengatur strategi untuk memaksimalkan pelaksanaan take home coding test agar bisa merekrut developer terbaik.

Apa itu take-home coding test?

Biasanya, ketika perusahaan mencoba merekrut seorang developer, maka yang pertama kali dilihat adalah skill yang mereka miliki. Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya, salah satunya tentu saja melalui take home coding test.

Caranya cukup simple, peserta akan diberikan beberapa soal yang perlu dikerjakan dengan jangka waktu yang ditentukan oleh perusahaan. Ya, seperti namanya: take-home coding test, metode ini memungkinkan kandidat mengerjakannya secara masing-masing tanpa harus diawasi oleh Anda. Yang paling terpenting kandidat dapat menyelesaikan dan mengumpulkan hasil tes sesuai dengan jadwal yang diberikan. Setelah semuanya selesai Anda dapat menilai secara objektif hasil test yang mereka kerjakan.

Take-home coding test membantu Anda untuk menemukan kandidat developer terbaik, itulah sebabnya metode ini perlu Anda pertimbangkan untuk diterapkan pada tech-hiring process di perusahaan Anda.

Mengapa take-home coding test itu penting?

Menemukan kandidat developer yang tepat tentu tidaklah mudah. Anda membutuhkan strategi yang mumpuni untuk dapat mewujudkannya. Selain sulit, merekrut developer juga membutuhkan biaya yang besar, dan Anda pasti tidak ingin menghancurkan semua effort yang dikeluarkan untuk merekrut kandidat terbaik malah berakhir dengan buruk.

Bad hiring akan menyebabkan banyak kerugian yang muncul di masa depan, bahkan biaya kerugiannya bisa mencapai 30% dari gaji karyawan. Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh CareerBulider, bad hiring dapat membuat perusahaan kehilangan dana sebesar $14.900. Angka tersebut tentu saja nominal yang cukup besar.

Alasan lain mengapa Anda perlu menerapkan take-home coding test adalah karena metode ini sangat diminati oleh para kandidat. Menurut penelitian, dibandingkan dengan metode assessment lain, take-home coding test dapat membuat kandidat lebih nyaman, percaya diri, dan dapat memberikan hasil terbaik. Hal ini membantu Anda untuk menemukan kandidat potensial yang sebenarnya.

Kandidat menyukai take-home coding test karena mereka tidak merasa tertekan, berbeda dengan live coding interview yang dapat membuat kandidat gugup karena harus melakukan coding challenge dalam waktu terbatas dan diawasi oleh user. Dengan take-home coding test, kandidat diberikan sebuah keleluasaan dalam mengerjakan soal yang diberikan sehingga mereka dapat memberikan performa dan hasil maksimal.

***

Setelah membaca pembahasan di atas, Anda mungkin akan berpikir, bagaimana jika kandidat melakukan kecurangan dalam pengerjaan tes? Ya, hal ini tidak bisa dinapikan karena kemungkinan bisa terjadi. Apalagi tidak ada pengawasan dalam tes ini. Kandidat bisa saja melakukan kecurangan seperti plagiarism dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, Anda tetap bisa meminimalisir hal tersebut. Lantas bagaimanakah caranya? berikut ini Algobash akan menyajikan strategi terbaik dalam melakukan take-home coding test untuk menemukan kandidat developer yang tepat.

Strategi efektif menjalankan take-home coding test

Untuk menjalankan take-home test yang efektif, Anda harus terlebih dahulu mendesain struktur prosesnya dengan matang. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan yaitu:

1. Tentukan scope coding test yang jelas

Cara pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan terlebih dahulu objective yang ingin dicapai dari take-home coding test yang akan tim rekrutmen perusahaan Anda lakukan. Untuk mengetahuinya, Anda bisa mendiskusikan bersama tim mengenai beberapa pertanyaan berikut:

  • Kandidat dengan level pengalaman apa yang ingin ditargetkan?
  • Teknikal skill kandidat seperti apa yang ingin dinilai?
  • Tes apa yang dapat menggunakan tools assessment otomatis? dan kapan seharusnya melakukan penilaian secara manual?
  • Berapa waktu yang dibutuhkan untuk take-home coding test yang harus dikerjakan kandidat?

Setelah Anda mengetahui objective dari assessment yang ingin dicapai, selanjutnya buatlah deskripsi tes yang akan diberikan kepada kandidat dengan jelas. Anda bisa melakukan beberapa cara berikut:

  • Jelaskan mengenai tes secara umum untuk pengenalan.
  • Berikan petunjuk memulai tes untuk membantu memudahkan kandidat seperti menjelaskan bagaimana cara memulai tes, bagaimana menjalankan tes, dan lain sebagainya.
  • Jelaskan mengenai apa yang harus kandidat fokuskan dalam pengerjaan tes.
  • Berikan arahan apa yang harus dilakukan kandidat jika stuck dalam pengerjaan tes.
  • Beritahu kandidat mengenai lama waktu pengerjaan untuk memudahkan mereka mengestimasikan waktu yang diperlukan agar tes dapat dikerjakan secara maksimal.

Cara di atas tentunya masih sangat dinamis, Anda dapat menambahkan cara-cara lain yang memang dirasa perlu dan akan membantu take-home test berjalan lebih efektif.

2. Pilih tes yang sesuai dengan jobdesc posisi pekerjaan

Anda dapat memberikan sebuah tes yang sesuai dengan persyaratan atau tanggung jawab pekerjaan dari posisi pekerjaan. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh manakah teknikal skill maupun problem-solving kandidat dalam menyelesaikan setiap tantangan yang akan mereka hadapi nantinya.

3. Buatlah standar penilaian

Anda harus membuat sebuah penilaian yang pasti untuk menghindari bias. Berikut adalah beberap bobot yang bisa Anda terapkan:

  • Tidak ada issue/error (5/5)   
  • Ada kesalahan minor namun coding berhasil dikerjakan (4/5)
  • Ada kesalahan cukup serius yang mempengaruhi kualitas coding (3/5)
  • Ada kesalahan major yang membuat coding tidak berhasil (2/3)
  • Tidak dapat menyelesaikan coding (1/5)

3. Gunakan tools assessment yang efektif dan efisien

Terakhir, Anda harus mempertimbangkan tools assessment manakah yang akan digunakan. Pemilihan tools yang tepat tentu akan membuat take-home test berjalan dengan efektif dan efisien. Bahkan beberapa tools dapat membantu Anda untuk mengetahui 

Anda dapat menggunakan tools assessment coding Algobash. Melalui tools ini Anda dapat membuat sebuah assesment secara otomatis, hal tersebut tentu memudahkan Anda sebagai rekruter, apalagi jika Anda tidak pernah memiliki pengalaman dalam bidang IT.

Algobash dirancang dengan mengedepankan user experience yang friendly dan dapat digunakan oleh semua kalangan. Hal ini akan membantu kandidat dapat menyelesaikan tes dengan baik dan rekruter dapat menciptakan sebuah tes dengan mudah.

***

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui mengapa take-home coding test patut diperhitungkan sebagai teknikal assessment yang dapat menyaring developer terbaik. Anda juga sudah mengetahui bagaimana cara melakukan sebuah take-home coding test yang strategis. Bagaimana, Anda tertarik untuk menerapkannya metode ini dalam tech-hiring perusahaan Anda? 

Jika tertarik untuk mengetahui informasi menarik lainnya seputar rekrutmen dan teknologi, Anda dapat mengunjungi Algobash Insight untuk menemukan artikel-artikel lain.

2000 1080 Algobash